UKM DOCUMENTARY 2014

UKM Documentary-releaseSudah menjadi tradisi di ABA Sinema, apabila mahasiswa/i menjadi wakil kampus dalam berbagai kegiatan di luar kampus, maka “diwajibkan” untuk “berbagi” ilmu dan informasi yang didapat kepada sesama mahasiswa.

Kali ini, senat merekam ada tiga keterwakilan kegiatan kemahasiswaan untuk ikut di berbagai kegiatan, Pertama : Bahaya Narkoba serta Penanggulangan HIV AIDS, diwakili Nurrohman Fadholi. Acara ini bertempat di Hotel Gowongan Yogyakarta, mengangkat tema bagaimana mengendalikan diri terhadap bahaya psikotrapika, serta dampak yang ditimbulkan karena penggunaan obat-obatan jenis narkoba ini. Read the rest of this entry »

UKM Pecinta Alam Mahasiswa ABA Sinema Yogyakarta

Pengukuhan dan Launching Logo UPAMAS (UKM Pecinta Alam Mahasiswa ABA Sinema Yogyakarta) 12-13 Oktober 2013 @ Gunung Merbabu (3.145 mdpl)
Selamat dan Sukses.

Salam Rimba Raya Lestari!!!

 

 Cerita Perjalanan 

 

Perjalanan kami dimulai dari kampus ABA Sinema Yogyakarta kurang lebih pukul 16.00 WIB menaiki 2 mobil kampus yang dikendarai Mas Eko dan mas Agus dengan mas Danang sebagai supir cadangan. Perjalanan menuju Merbabu terbilang lancar meski sempat terjebak macet dan sedikit bertanya arah pada beberapa orang. Ditengah perjalanan kami melakukan Ishoma di salah satu Masjid. Saat kami melanjutkan perjalanan tepatnya di seputar Keteb Pass kami terhalang  kabut tebal sehingga para driver harus mengemudi ekstra hati-hati. Kami baru sampai basecamp Wekas sekitar pukul 22.00 WIB. Karena mobil tidak bisa naik ke basecamp, kami menitipkannya di rumah penduduk dan berjalan kaki sampai TPR Merbabu. Sebagian dari peserta terutama peserta perempuan mendapat boncengan dari tim backpacker Japaris Distrik 8  (teman2 Rian) yang kebetulan juga mendaki di hari yang sama. Di TPR, Rian dan saya melakukan pendaftaran peserta dan membayar retribusi masuk sebesar Rp. 4.000 per orang. Kami bercengkrama sebentar sambil melepas lelah.

Sampai di basecamp kami beristirahat lagi dan sebagian dari kami makan malam serta bersembayang di Mushola. Tidak lama setelah kami siap berangkat, kami bertemu dengan Pak Seno (dosen ABA Senema). Setelah itu kami berdoa bersama lalu memulai pendakian. Pak Seno beserta rekan-rekannya memutuskan untuk menyusul, karena masih membutuhkan waktu istirahat di basecamp. UPAMAS dan BALASTIK sepakat untuk melakukan pendakian bersama. Jumlah kami menjadi 19 orang dan dibagi menjadi 3 kelompok. Masing-masing kelompok dibekali alat komunikasi berupa HT (Handy Talky).

Kami terus mendaki sampai medan terasa sangat menantang dan menguras tenaga. Salah satu teman Balastik Nizar mengalami gangguan kesehatan, namun segera mendapat pertolongan pertama dan bisa melanjutkan pendakian. Teman kami dari UPAMAS, Putri juga mengalami ganguan kesehatan. Putri kedinginan, pusing dan kebetulan dia sedang datang bulan. Kami sudah memberikan pertolongan pertama namun Putri tetap merasa berat untuk melanjutkan pendakian sehingga kami memutuskan untuk mendirikan tenda di sekitar POS 1. Putri di temani Rahmat dan Agus tinggal di tenda sementara teman lain melanjutkan pendakian.

Sekitar pukul 03.30 WIB kami sampai di POS 2 (tempat para pendaki mendirikan tenda). Udara sangat dingin dan kami beristirahat sejenak dekat api unggun milik pendaki dari Wonosobo. Sambil menghangatkan badan dan bercengkrama dengan pemilik api unggun beberapa rombongan dari kami ada yang tertidur. Pukul 04.00 WIB kami mulai melanjutkan perjalanan menuju puncak Merbabu. Danang memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan karena harus mengendarai mobil sampai kampus saat pulang nanti.

Sepanjang perjalanan tersisa kami mulai terpencar. Susunan kelompok sudah bebeda dari susunan awal. Bahkan sempat tersiar kabar bahwa Rian hilang dari pamantuan. Kejadian ini cukup membuat kami dan pendaki lain panik, tapi tidak lama kemudian Rian terpantau kembali di puncak Syarif. Ternyata dia bergabung dengan kelompok pendaki lain untuk menyusul kelompok UPAMAS grup pertama.  Kelompok 1 beranggotakan 6 orang (Ahsan, Rian, Mahmud, Tofa, Oky, dan Lusi) berhasil sampai puncak Kenteng Songo dan mengukuhkan UKM Pecinta Alam Mahasiswa ABA Sinema Yogyakarta (UPAMAS). Segala puji syukur terpancar tanpa kata yang dapat mewakilinya. Segala perjuangan terbayar di puncak teringgi Gunung Merbabu. Lelah, lapar, kantuk, seketika hilang. Sedangkan Thomas dan backpacker Japaris Distrik 8 berhasil sampai puncak 2 (POS Tower).

Perjalanan turun kami mulai pukul 13.00 WIB. Thomas dan teman BJD8 mendahului kami turun ke basecamp. Kelompok 1 mengalami kekurangan air minum dan logistik, namun dengaan rasa solidaritas dan kebersamaan antar pecinta alam semua segera teratasi. Saat perjalanan turun Oky sempat tergelincir dan mengalami cidera ringan di kaki kirinya. Pertolongan pertama sudah diberikan dan Oky menggunakan bantuan tongkat untuk turun. Sesampainya di POS 2, kelompok 1 bertemu dengan Agus, Zuzu, Mas Eko, Danang dan Rahmat. Setelah kelompok 1 beristirahat dan mengisi energy dengan bekal milik Agus, perjalanan turun dilanjutkan. Sampai di tenda tempat Putri menginap kami membuat perapian dan memasak. Setelah makan, packing perlengkapan dan memastikan tidak ada yang tertinggal, kami semua turun ke basecamp.

Sampai di dekat basecamp kami mendegar Adzan Magrib. Sebagian dari kami langsung malaksanakan sholat berjamaah dan sujud syukur. Untuk turun samapai parkir mobil kami menyewa mobil pick up milik warga dengan pertimbangan menghemat tenaga dan waktu karena hari sudah mulai malam. Sampai di tempat mobil ABA terparkir, kami langsung berpamitan dengan tuan rumah. Kami keluarga UPAMAS tiba kembali di kampus ABA Sinema Yogyakarta sekitar pukul 20.30 WIB. Sebagian dari kami mengembalikan perlengkapan sewaan, sebagian lainya ada yang tidur sebentar, mandi, makan, dan ada yang langsung pulang karna dijemput.

Kegiatan Mahasiswa : Syuting Film

Syuting pembuatan film berjudul “Lentera Di Batas Perbedaan”.

Film ini sudah jadi dan sudah didaftarkan pada acara Festival Film Indie yang merupakan bagian dari even Pekan Film Yogyakarta. Acara ini akan berlangsung pada tangal 3 s.d. 9 Nopember  2013 dan diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan DIY.

Berikut foto-foto pengambilan gambar film “Lentera Di Batas Perbedaan” :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sambut Mahasiswa Baru dengan Workshop Pembuatan Film, Tracking dan Pentas Seni

Menyambut mahasiswa baru Akademi Bahasa Asing Sinema Yogyakarta, Bidang Kemahasiswaan mengadakan serangkaian kegiatan yang dikemas selama sepekan. Kegiatan diawali dengan training dua hari mengenal dan mengoptimalkan potensi diri, workshop pembuatan film, dan di hari terakhir diadakan tracking di sekitar kampus dengan jarak tempuh sekitar 5 km.

Read the rest of this entry »